Tak mudah kurasa
Hingga dia berkata
Sulit bila aku berdiam
Sedang dia tergetar
Maafkan aku
Karna ku belum tahu
Isi dari hatimu
Aku kan menanti
Walau kau tak menyadari
Katakan padaku
Bagaimana perasaanmu
Kau memang idaman Kau memang impian Kau memang dambaan Kau memang pilihan Namun,... Kau bukan milikku Ku lupakanmu Ku tak kan pernah berharap Dirimu lagi Cinta dulu hilang Tak kan kembali Ku lupakanmu Addio dariku
Terpaku satu titik Tersipu tuk berkutik Tajam batu sejentik Terayun berikut pekik Berjalan menyusuri tingginya rerumputan Berlayar arungi lautan Berlari mencapai tujuan Bersiap hadapi didepan Temukan cahaya depan Terlihat sebuah harapan Tempat berada kenyamanan Tertimpa dari kesenangan Sebuah kenyataan Apa yang terasa sekian Tak berkurang Masih tetap terjaga tak hilang Ketika hilang arah tujuan Tetap fokus terpusat dewan Tak banyak tingkah Titik depan dapatkan Lihat situasi Perang beraksi Dapatkan kembali Terjun menjalani
Indah kurasa Sakit ku kenang Bayangmu selalu menghantuiku Katamu selalu menggema di hatiku Tatap matamu bagai sinar yang selalu menerangi hatiku Namun....... Ku ingin semua itu hilang Jangan beri aku harapan palsu Jangan biarkan aku mengingatmu disetiap sudut hidupku Ku ingin engkau enyah dari hidupku Namun..... Bukan berarti ku kan melupakanmu Ku hanya inin hidup tanpa bayangmu From: Cahya Ingtyas R.
Komentar